Minggu
Jumat
Jadwal Puasa Sunnah 2010
Bismillah..........
1. Puasa sunnah tiap hari Senin dan Kamis
2. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan (Tanggal 13,14,15 di kalender Islam)
- 30, 31 Desember 2009, 1 Januari 2010/Muharram 1431 H
- 28, 29, 30 Januari 2010/Shafar 1431 H
- 27,28 Februari, 1 Maret 2010/Rabi’ul Awwal 1431 H
- 29, 30, 31 Maret 2010/Rabi’ul Akhir 1431 H
- 27, 28, 29 April 2010/Jumadil Awwal 1431 H
- 27, 28, 29 Mei 2010/Jumadil Akhir 1431 H
- 25, 26, 27 Juni 2010/Rajab 1431 H
- 25, 26, 27 Juli 2010/Sya’ban 1431 H
- Puasa (wajib) Ramadhan 1431 H - 11 Agustus - 9 September 2010 ***t275: dengan demikian, tidak ada puasa sunnah 3 hari di bulan Ramadhan..***
- 22, 23, 24 September 2010/Syawwal 1431 H
- 21, 22, 23 Oktober 2010/Dzulqa’idah 1431 H
- 19, 20, 21 November 2010/Dzulhijjah 1431 H. ***tgl 19 November = hari terakhir Tasyriq, tidak boleh berpuasa***
3. Puasa Sepertiga Bulan - Yakni di bulan Dzulhijjah (antara 7 November - 6 Desember 2010).
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji. Tanggal 15 November 2010.
Puasa dilakuan 7 November - 15 November 2010, terputus dengan idul Adha dan hari Tasyrik,dilanjutkan lagi tgl 20 & 21 November 2010.
Tidak boleh berpuasa :
Hari Idul Adha - 10 Dzulhijjah / 16 November 2010.
Hari tasyriq 11,12,13 Dzulhijjah / 17, 18, 19 November 2010.
4. Puasa Bulan Muharram - ‘Asyura’ selama 3 hari - 9, 10, 11 Muharram
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 (Tasu’a dan ‘Asyura) 26, 27, 28 Desember 2010.
5. Puasa pada sebagian bulan Sya’ban
Antara 13 Juli - 10 Agustus 2010.
6. Puasa pada bulan Syawal - 6 hari
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawal (10 September 2010)
Antara 11 September - 8 Oktober 2010.
7. Puasa Daud - berpuasa selang seling
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. *kecuali hari2 yang dilarang berpuasa*
Semoga bermanfaat
Kamis
Peta Buta Imajinasi Kita
"Mereka yang merencakan mimpinyalah yang akan bertahan. Mereka adalah orang-orang yang punya modal cukup untuk mewujudkannya"
Anda seperti sebuah menara penyiaran, yang memancarkan frekuensi dengan pikiran-pikiran Anda. Jika Anda ingin mengubah sesuatu dalam hidup Anda, ubahlah frekuensi Anda dengan mengubah pikiran Anda.
Demikianlah penggalan kalimat yang dikemukakann Rhonda Byrne dalam bukunya yang fenomenal "The Secret" mengenai pentingnya sebuah pikiran, imajinasi, dan visi. Ketiga hal tersebut, walau bukan hal yang tangiable, namun menjadi faktor utama penentu kesuksesan dan keberhasilan seseorang dalam hidupnya. Bisa dipastikan hampir setiap orang pernah berimajinasi dan merancang akan seperti apa masa depannya, akan tetapi hanya segelintir orang yang berani mempertaruhkan segalanya, mau terombang ambing ditengah kerasnya alur kehidupan, demi mewujudkan imajinasi masa depannya dan ia berhasil.
Mimpi sepadan dengan kata "imajinasi" yang dibalut kata lain dengan penambahan makna "keinginan". Ya, mimpi adalah bayangan yang selalu terngiang-ngiang dikepala. Entah saat kita terjaga maupun terlelap. Mimpi dengan objek diri kita sendiri adalah keadaan yang kita inginkan terjadi pada masa depan kita. Kesuksesan, kekayaan, cinta, surga, kesejahteraan, adalah hal yang diinginkan sebagian besar manusia dimasa depannya. Namun, semua itu tidaklah didapat dengan mudah dan murah. Perlu kesabaran, pengorbanan, dan perjuangan untuk menebusnnya. Dan sekali lagi, dalam hal inilah manusia mudah sekali tergelincir ke jurang kegagalan karena keputusannya untuk menyerah dan tidak bangkit.
Banyak diantara kita memiliki mimpi-mimpi besar, tapi tidak tahu bagaimana cara menggapainya. Mimpi hanya menjadi sebuah konsep, tanpa perencanaan apalagi eksekusi. Tidak tahu jalan yang harus dituju untuk merealisasikan mimpinya. Hal ini dikarenakan daya imajinasi yang terperangkap dalam ruang kreativitas yang sempit sehingga sulit untuk berkembang, minim akan inovasi. Kebanyakan dari kita akhirnya hanya bisa menjadi follower yang tidak bisa menemukan jalannya sendiri. Walhasil mimpi-mimpi besar itu hanyalah tinggal mimpi-mimpi kosong yang akhirnya coba untuk dilupakan.
Maka, mereka yang merencanakan mimpinyalah yang akan bertahan. Mereka adalah orang-orang yang punya modal cukup untuk mewujudkannya. Banyak tokoh terkenal yang bisa jadi inspirasi, banyak ayat Al-Qur'an yang bisa jadi bukti, apa yang berhasil diraih dimasa depan bukanlah keberuntungan semata, akan tetapi buah kebiasaan, sikap, dan usaha yang diterapkan semasa kecil dan terus berlanjut hingga dewasa. Sesungguhnya itulah tolak ukur jalan keberhasilan.
Esok adalah mimpi hari ini. Kemarin hanyalah sebuah mimpi dan esok adalah sebuah visi. Maka terangilah hari esokmu dengan hari ini. Beranikah kita untuk bermimpi?
Kliping dari Sintaksis, Majalah Kampus UII Fak. Ekonomi
Ditulis oleh Muh. Fauzan Al-Asyiq
Presentasi Kuliah yang Keren
Presentasi atau berbicara di muka umum, terdengar manakutkan bagi sebagian orang. Termasuk saya. Setiap kali ditunjuk untuk maju dan berbicara di hadapan beberapa orang, saya selalu gemetaran. Jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Benar-benar hal yang nggak nyaman. Walaupun dulunya ketika menuntut ilmu di pondok, selalu ada latihan pidato setiao malam Jum'at, ternyata itu tidak membuahkan hasil apa-apa.
Saya pun mau tak mau harus belajar mengendalikan kata, agar bisa berbicara. Latihan dimulai ketika saya aktif di BEM Politeknik Negeri Malang. Berawal dari pembicaraan di hadapan grup kecil, semakin membesar, hingga audiens yang berasal dari seluruh fungsionaris. Yeah, latihan memang harus selalu dari lingkup yang terkecil.
Tantangan berikutnya, saya ambil ketika kami mempunyai program kerja Rapat Tahunan dengan Pimpinan Kampus. Rapat tersebut menghadirkan para petinggi kampus dan di hadiri oleh perwakilan dari seluruh Mahasiswa aktif. Rapat tersebut membahas berbagai hal tentang kebijakan kampus. Pengalaman pertama bagi saya, menjadi MC di acara formal. Banyak reaksi baik positif maupun negatif mengenai penampilan saya saat itu. Tapi tak masalah, namanya juga latihan.
Lama tak melatih kemampuan bicara, karena "kabur" ke Jogja. Saya kembali dihadapkan pada permasalahan yang sama. Mengingat, kuliah yang saya ambil adalah komunikasi, jadi hampir semua pertemuan kuliah mensyaratkan presentasi dalam kegiatan pembelajarannya. Wah, kacau deh...
Tugas pertama, ketika ada mata kuliah Akhlak Tasawuf. Dengan persiapan seadanya, saya mencoba memunculkan kembali keberanian yang terpendam itu. Bermodal hafalan tentang materi yang akan di sampaikan, saya nekat mencoba berimprofisasi ketika berbicara. Hal itu memunculkan komentar dari teman-teman, salah satunya bilang bahwa saya lebih cocok jadi pembawa acara infotainment. He...
Pengalaman adalah guru terbaik, terlebih pengalaman orang lain, guru yang paling baik. Karena kita bisa cepat belajar, tanpa melewati semua proses yang sama. Tak perlu Trial Error terlalu banyak. Konsep ini saya anut, karena bagi saya, waktu adalah segalanya. Nggak rela aja, terbuang buat yang nggak penting.
Beruntung, ada TV One yang Road Show ke Jogja ketika itu. Saya mengamati betul, bagaimana cara ketiga pembicaranya melakukan presentasi. Membuat para hadirin serius mendengarkan apa yang mereka sampaikan. Sangat inspiring!
Berikutnya, saya selalu terpesona dengan salah satu dosen, yang mampu menyampaikan mata kuliah dengan sangat menarik. Seakan-akan membawa kami ke dunia lain. Lebay model ON. He...
Ternyata semua itu ada ilmunya, yaitu, retorika. Teknik dasarnya sederhana; penemuan, penyusunan, gaya, memori, dan penyampaian.
Penemuan berarti poin dan kata kunci yang ingin disampaikan harus kita ketahui, agar arah pembicaraan jelas.
Penyusunan berarti urutan-urutan yang ingin disampaikan, kita akan mulai berbicara darimana hingga menuju poin inti.
Gaya berarti pembawaan kita saat berbicara, berbicara dengan gaya kita sendiri akan lebih berhasil. Disamping karena kita lebih rileks, juga membuat audiens nyaman.
Memori berkaitan dengan ingatan dan pengetahuan kita tentang topik yang akan dibahas. Untuk yang satu ini, banyak membaca sangat di anjurkan, karena akan memperluas pengetahuan kita, serta memudahkan kita untuk mengkaitkan topik bahasan kedalam contoh kehidupan sehari-hari.
Penyampaian menjadi poin akhir, karena menjadi pembungkus semua teknik di atas. Kalau saya pribadi mengartikan penyampaian seperti cara kita berbicara dengan orang lain. Menatap mata audiens, fokus, tidak terpengaruh keadaan, mempengaruhi audiens dengan pola pikir kita dan sebagainya. Agak kompleks, tapi bisa ditemukan dengan latihan terus menerus.
Dari ilmu tersebut, saya adopsi sedikit. Dan ketika kemarin mendapat tugas presentasi mengenai Perspektif Komunikasi Internasional, saya memanfaatkannya dengan maksimal.
Persiapan yang cukup, selain dari buku acuan juga bacaan tambahan yang melimpah di internet.
Mencoba mengkaitkan contoh-contoh dengan kehidupan sehari-hari, selain memudahkan kita mengingat poin yang ingin disampaikan, juga akan lebih diterima audiens.
Menggunakan humor-humor ringan yang sedang hangat diperbincangkan diantara teman-teman.
Dari sisi slide Power Point, saya membuatnya jadi lebih simpel, tulisan yang singkat dan tidak terlalu banyak. Berikan tambahan gambar yang cocok. Ibarat iklan, audiens hanya butuh waktu kurang lebih 5 detik untuk mencerna isi sebuah slide, jadi hindari item-item yang tidak penting.
Dan terakhir, intonasi kita sangat berpengaruh. Tempatkan pada saat yang tepat, tinggi dan rendah.
Dan hasilnya, applaus dan komentar positif berdatangan...
Senang sekali rasanya. Yeah, saya pun harus terus belajar, agar bisa sekaliber Tantowi Yahya, Oprah, dan Larry King.
Mari, kita terus belajar kawan!
Saya pun mau tak mau harus belajar mengendalikan kata, agar bisa berbicara. Latihan dimulai ketika saya aktif di BEM Politeknik Negeri Malang. Berawal dari pembicaraan di hadapan grup kecil, semakin membesar, hingga audiens yang berasal dari seluruh fungsionaris. Yeah, latihan memang harus selalu dari lingkup yang terkecil.
Tantangan berikutnya, saya ambil ketika kami mempunyai program kerja Rapat Tahunan dengan Pimpinan Kampus. Rapat tersebut menghadirkan para petinggi kampus dan di hadiri oleh perwakilan dari seluruh Mahasiswa aktif. Rapat tersebut membahas berbagai hal tentang kebijakan kampus. Pengalaman pertama bagi saya, menjadi MC di acara formal. Banyak reaksi baik positif maupun negatif mengenai penampilan saya saat itu. Tapi tak masalah, namanya juga latihan.
Lama tak melatih kemampuan bicara, karena "kabur" ke Jogja. Saya kembali dihadapkan pada permasalahan yang sama. Mengingat, kuliah yang saya ambil adalah komunikasi, jadi hampir semua pertemuan kuliah mensyaratkan presentasi dalam kegiatan pembelajarannya. Wah, kacau deh...
Tugas pertama, ketika ada mata kuliah Akhlak Tasawuf. Dengan persiapan seadanya, saya mencoba memunculkan kembali keberanian yang terpendam itu. Bermodal hafalan tentang materi yang akan di sampaikan, saya nekat mencoba berimprofisasi ketika berbicara. Hal itu memunculkan komentar dari teman-teman, salah satunya bilang bahwa saya lebih cocok jadi pembawa acara infotainment. He...
Pengalaman adalah guru terbaik, terlebih pengalaman orang lain, guru yang paling baik. Karena kita bisa cepat belajar, tanpa melewati semua proses yang sama. Tak perlu Trial Error terlalu banyak. Konsep ini saya anut, karena bagi saya, waktu adalah segalanya. Nggak rela aja, terbuang buat yang nggak penting.
Beruntung, ada TV One yang Road Show ke Jogja ketika itu. Saya mengamati betul, bagaimana cara ketiga pembicaranya melakukan presentasi. Membuat para hadirin serius mendengarkan apa yang mereka sampaikan. Sangat inspiring!
Berikutnya, saya selalu terpesona dengan salah satu dosen, yang mampu menyampaikan mata kuliah dengan sangat menarik. Seakan-akan membawa kami ke dunia lain. Lebay model ON. He...
Ternyata semua itu ada ilmunya, yaitu, retorika. Teknik dasarnya sederhana; penemuan, penyusunan, gaya, memori, dan penyampaian.
Penemuan berarti poin dan kata kunci yang ingin disampaikan harus kita ketahui, agar arah pembicaraan jelas.
Penyusunan berarti urutan-urutan yang ingin disampaikan, kita akan mulai berbicara darimana hingga menuju poin inti.
Gaya berarti pembawaan kita saat berbicara, berbicara dengan gaya kita sendiri akan lebih berhasil. Disamping karena kita lebih rileks, juga membuat audiens nyaman.
Memori berkaitan dengan ingatan dan pengetahuan kita tentang topik yang akan dibahas. Untuk yang satu ini, banyak membaca sangat di anjurkan, karena akan memperluas pengetahuan kita, serta memudahkan kita untuk mengkaitkan topik bahasan kedalam contoh kehidupan sehari-hari.
Penyampaian menjadi poin akhir, karena menjadi pembungkus semua teknik di atas. Kalau saya pribadi mengartikan penyampaian seperti cara kita berbicara dengan orang lain. Menatap mata audiens, fokus, tidak terpengaruh keadaan, mempengaruhi audiens dengan pola pikir kita dan sebagainya. Agak kompleks, tapi bisa ditemukan dengan latihan terus menerus.
Dari ilmu tersebut, saya adopsi sedikit. Dan ketika kemarin mendapat tugas presentasi mengenai Perspektif Komunikasi Internasional, saya memanfaatkannya dengan maksimal.
Persiapan yang cukup, selain dari buku acuan juga bacaan tambahan yang melimpah di internet.
Mencoba mengkaitkan contoh-contoh dengan kehidupan sehari-hari, selain memudahkan kita mengingat poin yang ingin disampaikan, juga akan lebih diterima audiens.
Menggunakan humor-humor ringan yang sedang hangat diperbincangkan diantara teman-teman.
Dari sisi slide Power Point, saya membuatnya jadi lebih simpel, tulisan yang singkat dan tidak terlalu banyak. Berikan tambahan gambar yang cocok. Ibarat iklan, audiens hanya butuh waktu kurang lebih 5 detik untuk mencerna isi sebuah slide, jadi hindari item-item yang tidak penting.
Dan terakhir, intonasi kita sangat berpengaruh. Tempatkan pada saat yang tepat, tinggi dan rendah.
Dan hasilnya, applaus dan komentar positif berdatangan...
Senang sekali rasanya. Yeah, saya pun harus terus belajar, agar bisa sekaliber Tantowi Yahya, Oprah, dan Larry King.
Mari, kita terus belajar kawan!
Pantai Parangtritis
Jogja merupakan kota pariwisata. Begitu banyak objek-objek yang bisa kita nikmati di kota budaya ini. Setiap liburan tiba, Jogja selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Ada yang baru sekali, dua kali bahkan berkali-kali. Mereka tidak bosan-bosannya menikmati setiap pelosok kota ini. Saya pun yang sedang berkuliah di Jogja, tidak pernah bosan menikmati keindahan-keindahan yang tersebar. Selalu ada objek yang bisa dijadikan tempat berekreasi, berkumpul bersama teman-teman dan komunitas dan yang terpenting, mencari objek fotografi.
Juma'at lalu, 26 Februari 2010, saya dan teman-teman mengadakan touring ke Pantai Parangtritis. Bertepatan dengan tanggal merah, memperingati maulid nabi Muhammad SAW, sehingga suasana pantai cukup ramai. Kami berangkat dari kampus setelah ashar. Suasana Parangtritis paling indah, adalah pada jam-jam tersebut. Karena kita dapat menikmati merahnya mega langit, menjelang matahari terbenam.
Pada hari tersebut, angin bertiup agak kencang. Sehingga ombak beriak-riak lebih besar dari biasanya. Namun, tidak menyurutkan niat kami untuk mandi menikmati kesegaran air laut pantai. Sedikit saran untuk teman-teman yang akan mandi di pantai Parangtritis, agar berhati-hati dan tidak terlalu jauh bermain hingga ke tengah pantai. Karena cukup berbahaya, dan kerap menelan korban. Jadi, agar suasana liburan tidak rusak dengan keadaan yang tidak diinginkan, bertanggungjawablah terhadap diri sendiri.
Kami benar-benar menikmati suasana. Matahari berada pada posisi yang tepat. Sehingga menimbulkan mega merah yang indah. Di sebelahnya, terdapat awan yang membentuk seperti asap bom Atom. Ombak yang terus menerus menghampiri tepian, menimbulkan percikan air ketika menerpa tubuh. Kami melompat ketika ombak datang, menjatuhkan badan pada saat yang tepat, dan menerjang deburan ombak. Kami pun tertawa riang.
Saya memanfaatkan momen-momen tersebut, dengan mengambil foto sebanyak-banyaknya, tak ingin pulang dengan tangan hampa.
Ketika mentari benar-benar terbenam dalam luasnya lautan. Kami pun berkemas-kemas, untuk kemudian bersiap pulang.
Hati benar-benar lapang, semua beban pikiran hanyut begitu saja, ditelan ombak.
Adzan Maghrib yang syahdu, mengiringi perjalanan pulang. Kami pun shalat di masjid terdekat.
Langganan:
Postingan (Atom)

