Tampilkan postingan dengan label Ekspedisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekspedisi. Tampilkan semua postingan

Selasa

YOT Walk Memperingati Hari AIDS Se-Dunia
















Memperingati hari AIDS se-dunia yang jatuh tepat pada tanggal 1 Desember 2013, Young On Top Yogyakarta mengadakan #YOTWalk bertemakan "Jalan Sehat dan Bersih Jalan."

#YOTWalk diadakan di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta, dimulai dari depan Hotel Ina Garuda dan finish sampai titik 0 km Yogyakarta. 

Young On Top Yogyakarta, dalam #YOTWalk ini, juga mengajak YOTers, anak-anak muda Yogyakarta, dan komunitas-komunitas yang concern di bidang lingkungan dan kesehatan, diantaranya Earth Hour Jogjakarta, HiLo Yogyakarta, Green Technology, L-Men Yogyakarta, Jogja Berkebun, Yayasan KAGEM, dan masih banyak lagi yang lain.

Young On Top Yogyakarta mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh YOTers yang terlibat, para media partner dan instansi pemerintah, teman-teman komunitas, yang semuanya telah ikut membantu mensukseskan kegiatan ini. Mari terus jaga kontak, jaga semangat, untuk kolaborasi dan beraksi!

Project #YOTWalk ini didukung oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi DI Yogyakarta, Hotel Inna Garuda, Kedaulatan Rakyat, Tribun Jogja, Jogja TV, Adi TV, Jogjaku, dan Jogja Wisata

See you on TOP!

Sabtu

Problematika Sampah di Lombok


Beberapa waktu lalu, saya berbagi pemikiran dengan beberapa sahabat mengenai permasalahan yang ada di pulau Lombok, NTB. Fokus permasalahan yang saya angkat mengenai sampah. Saya memanfaatkan social media untuk mengangkat permasalahan ini menjadi topik diskusi. Berikut cerita lengkapnya:

Okey,kita mulai sharing malam ini tentang problematika sampah di lombok. Sharing ini bersifat terbuka. Jadi kalau ada rekan-rekan yang mau menanggapi, sangat dipersilahkan. Kita mencari solusi bersama.

Saya meninggalkan lombok cukup lama. Beberapa tahun saya habiskan untuk akhirnya bisa kembali sejenak. Banyak sekali yang berubah,terutama dari pertumbuhan penduduk di wilayah kota Mataram. Hal ini tampak dari pertumbuhan perumahan di wilayah2 pengembangan kota Mataram. Beberapa tahun lalu, di samping kanan, kiri dan belakang rumah saya adalah area persawahan. Tapi sekarang,sawah-sawah itu sudah berubah menjadi komplek-komplek perumahan. Sungai-sungai tempat saya & rekan-rekan masa kecil dahulu mencari ikan, sudah diapit oleh tembok-tembok.

Nah,pertumbuhan pemukiman di lombok ini tentu memunculkan problematika baru. Salah satunya adalah sampah. Setelah berkeliling selama dua minggu ini, saya memandang bahwa sampah menjadi problem cukup serius di lombok. Di batas wilayah pemukiman-pemukiman, biasanya ada titik pembuangan sampah "liar". Yang saya maksudkan "Liar" dalam arti, sampah tidak dikelola oleh dinas kebersihan kota. Masyarakat membuang sendiri di titik itu,hingga menumpuk. Sisi negatif yang muncul dari titik sampah "Liar" itu adalah bau yg tak sedap dan pemandangan yg kurang nyaman. Padahal, seiring dengan pertumbuhan ekonomi lombok, permasalahan sampah ini harus mulai dianggap serius. Kita perlu belajar dari tetangga terkait hal ini.

Ternyata, problematika sampah ini juga tidak hanya terjadi di daerah kantung urban lombok tetapi juga di wilayah pedesaan. Kemarin saya berjalan-jalan ke daerah KarangBayan. Saya juga menemukan tumpukan sampah hingga menggunung di batas salah satu desa. Sampah yang ada di salah desa itu juga berserakan di sepanjang jalan setapak menuju area perkebunan dan persawahan.

Tadi pagi,saat saya hendak menanam pohon Glodokan Tiang di pinggir ruas jalan depan halaman rumah. Saya jg menemukan banyak potongan kecil sampah plastik. Perbandingannya,dalam volume lubang 30 x 30 x 50 cm, saya menemukan potongan sampah plastik hingga mencapai volume 150 ml kemasan botol air kemasan.

Kebayang kan, kualitas tanah di sekitarnya? Dan ini bakal berlangsung hingga bertahun-tahun. Padahal sampahnya sendiri sulit terurai. Yang diperlukan memang campaign buat penyadaran,agar masyarakat ngurangi habit buang sampah sembarangan di jalan. Atau dengan pengelolaan Bank Sampah berbasis gotong royong seperti yang dikembangkan di Jogja.

Mungkin, ada rekan-rekan yang punya metode pengelolaan sampah yang baik, mau menyempatkan berbagi ilmu dan pengalamannya di lombok? Saya dengan senang hati melanjutkan diskusi sampah ini lebih serius dg rekan-rekan yang mau membantu.

Itu sekilas cerita dari lombok dengan problematika sampahnya..

Bagaimana ceritamu?

Saya bersyukur, ternyata banyak sahabat-sahabat yang peduli dengan permasalahan ini. Hal ini tampak dari feedback yang mereka berikan terhadap topik diskusi saya. Berikut beberapa ide mereka yang berhasil saya kumpulkan

Andra Muhammad Afkhori:
sampah it di mulai dr ksadaran diri....dan pemerintah jg harus memfasilitasi dg diperbanyak tmpat smpah.....

Terabyte Damn:
pake bahasa yang awam vid.. masyarakat kita kalo diterangin pke wawasan2 luas dan bahasa2 yang agak berat bakal susah diterima. :)

Muhamad Rifefan: 
Kalo di sleman (tmpt KKN) Hubungi dinas PU ,biasanya akan ada tindak lanjut.

Untk edukasi pengelolaan sampah ada dari KLH(kantr ling hdup) stempat :)

Terabyte Damn: 
temui tokoh2 masyarakat setempat... ajak diskusi...
atau ente bisa adakan acara yang melibatkan masyarakat setempat. seperti lomba2..
lomba kebersihan mungkin..

atau adakan acara yang kiranya menarik masyarakat sana untuk mengikuti acara tsb. kemudian d puncak acara, baru ente ajakin mereka untuk belajar bagaimana mengelola sampah.

itu sih klo dari gw vid

Erny Mardhani: 
Liat website www.bordasea.org trus cri bidang DESWAM ada video juga ttg metode pengelolaan sampah skala rumah tangga dri kasus2 beberapa daerah di indonesia. Smoga bisa membantu bidang tsb khusus pengelolaan sampah berbasis komunitas skala rumh tangga bung

Amin Fadlillah: 
ada satu kelurahan di bilangan jakarta bisa mengatasi masalah ini, pernah di liput tv juga tapi lupa nama tempatnya.hehe

Kresna Wijaya Muladi: 
coba lihat gimana kondisi TPA nya.. apakah sudah ada TPA atau belum?? apakah masih memenuhi standar atau belum?? jika masih memenuhi standar, dan tempatnya cukup terjangkau, kenapa tidak dibuatkan sistem pengangkutan sampah yang lebih baik saja.. setidaknya untuk sementara, menimbang dinas kebersihan tidak mempunyai cukup armada untuk mengangkut sampah tersebut. ini bisa dijadikan bisnis pengangkutan sampah yang menguntungkan. memang solusi yang ditawarkan belum berbasis sustainable development, tetapi cukup untuk mengatasi kondisi sementara dan menjadi lahan keuntungan..

Muhamad Rifefan: 
Mungkin bank sampah bisa jadi alternatif, dan juga gerakan memilah sampah,serta pengedukasian bhwa sampah itu ga cuma harus dibuang tapi juga dikelola

Yg jadi masalah umumnya menjaga konsistensi pengelolaan sampah itu sndiri,manajemen dan SOP harus dibuat sesuai dgan pemahaman masyrakat skitar, kdang ide kita terbentur ama realita dilapangan, ya itu lah tantangannya.

Jadi kalo menurutku,mending sadarkan dulu masyarakatnya. . Nanti kalo udah tercerahkan,masyarakat akn bergerak dan bhkan bkal bnyak opsi dari masyrakat itu sndiri.
Jgan terburu bkin ini itu yg mereka belum ada kesadaran untk menggunakan :)

Husni Bramantyo:
Menanggapi cerita intine doang dulu: Kenapa buang sampah di situ?

Faktanya seperti itu, insightnya seperti apa?
(´Oƪ)°˚

Iqbal Muhammad Yaris: 
dijakarta sampah sngat banyak betebaran bukan pada tempatnya, akan tetapi karena banyak pemulung dan ada orang yg sadar tentang nilai ekonomis dri sampah malah sampah2 trsebut diduitin, yg malah menjadi PR besar pemda adalah pola hidup masyarakat yg mau praktis membuang sampah digot/drainasee atau sungai2 bahkan yg paling parah BKT (banjir kanal timur)yg diperuntukan untuk menambung air berlebih dijakarta ketika musim hujan sudah mulai banyak sampahnya. makanya tidak heran apabila pemda menganggarkan lebih dari 1T setia tahunnya masalah sampah ini tidak slsai dari mengangkatan sampah disungai yg setiap harinya lebih dari 30truk dan pengerukan got2 dan drainase, mungkin lebih trpat apabila ini dimulai dari manusianya itu sendiri, mungkin dengan menggiatkan kampanye pola hidup sehat salah satunya dengan membuang sampah pada tempatny.

Fie Wayah Hambali Mantap:
pak Bos.. Salah satunya "Bali ndeso Bangun Ndeso!!" Ayoo pak Mufid, jadilah penerus perjuangan kemakmuran rakyat Lombok.. Lanjutkan!!

Khoirunnisa Fatmawati: 
Sampah selalu jadi problem utama di berbagai daerah. Mmm..tapi kalau sudah ttg sampah begini, jangan sampai kita jadi kacang yg lupa kulit kayaknya ya. Buat gerakan semacam 100 bak sampah saja kayaknya. Jadi membiasakan masyarakat u/buang sampah pd tempatnya. Baru kemudian kita cari altenatif sampah itu akan dikemanakan. Bisa jadi dengan lebih memberdayakan UKM kerajinan tangan dan fokuskan pd kesejahteraan pengelola sampah. Itu pendapatku mufiid.. :D

Ali Abdoell:
Top Down aja fid, buat kesadaran mengenai "Dampak Drainase" melalui orang-orang yang memiliki power di daerah tersebut. misal: ketua RT/RW dan kepala desa setempat.

Khoirunnisa Fatmawati: 
Insya Allah Mufid. Nanti cepat atau lambat kita harus action nih, agar nggak ada kejadian kayak di film Wall-E. Agak curiga juga kalau problematika "gunung sampah" ini akibat lunturnya hakikat gotong royong dalam masyarakat. Harus segera kita benahi..

Brian Ferry Anggara:
saya mungkin gak begitu bisa baca 1 persatu alasan atau masukan diatas sebelumnya cm saya sepakat dengan beberapa ide diatas> menurut saya pribadi kesimpulannya yg ada diatas adalah 1. kita lihat TPA apakah memungkinkan untuk pembuangan. 2. bisa menggunakan pemda untuk hal penaganan karna mereka yg punya peralatan. 3. timbulkan kesadaran tentang kebersihan mulai dari lingkungan sendiri atau lingkungan yng gampang untuk disadarkan dan dibina atau dibimbing dan berlanjut ke kawasan yg lainnya sesuai dengan regional atau ring. untuk pendekatan atau sosialisasi dengan bantuan tetua atau kepala desa setempat bisa digunakan kedekatan emosional tentunya. 4. ada baiknya pergunakan bang sampah tentunya untuk memudahkan. masalah dr pada sampah ini sendiri adalah kemana kita akan meleburnya dan apakah sampah bisa dijadikan uang atau pemasukan? mungkin sgala sesuatu sudah terpikirkan oleh saudara mufid sendiri cm gak akan bisa berfungsi tanpa ada dukungan dr lingkungan dan pemda setempat. 

Jumat

Rokok Kretek Ternyata Obat Asma


Tahukah anda, ternyata rokok kretek dulunya terinspirasi dari obat asma?
Begini ceritanya…

Sejarah industri rokok kretek di Indonesia tak dapat dipisahkan dari sosok Haji Djamahri, seorang penduduk di Kudus. Pada suatu waktu di tahun 1880, Haji Djamahari yang telah lama mengidap penyakit asma mencoba mengobati penyakitnya. Ia menggosok-gosokkan minyak cengkeh ke bagian dada dan punggungnya. Cara ini cukup berhasil mengurangi rasa sakitnya, walaupun belum sembuh total. Selanjutnya ia mencoba mengunyah cengkeh yang ternyata membuatnya jauh lebih baik. Sehingga terlintas dalam fikirannya untuk memasukkan cengkeh ke dalam paru-parunya. 

Haji Djamhari kemudian merajang cengkeh hingga halus, lalu dicampurkan dalam tembakau yang biasa ia gunakan untuk merokok. Dengan cara ini ia dapat menghisap asap cengkeh yang bercampur tembakau tersebut. Tanpa diduga, penyakit asmanya sembuh.

Cara pengobatan ini dengan cepat dikenal oleh masyarakat sekitar tempat Haji Djamhari tinggal. Keluarga dan teman-temannya mulai banyak memesan rokok mujarab yang dihisapnya. Hingga memaksa Haji Djamhari membuat rokok campuran cengkeh dalam jumlah besar. Banyak orang yang kemudian mencoba mengikuti jejaknya, sehingga lahirlah industri rokok di Kudus.

Pada awalnya, masyarakat Kudus menyebut jenis rokok hasil temuan Haji Djamhari sebagai “rokok cengkeh”. Namun, karena rokok ini menimbulkan suara “kretek-kretek” saat dihisap akibat campuran rajangan cengkeh, rokok ini kemudian dinamakan “rokok kretek”. Nama ini merupakan contoh penggunaan bahasa anomatopeia untuk objek yang namanya berasal dari bunyi yang dihasilkan.

Pada tahun-tahun pertama kelahirannya, perdagangan rokok kretek hanya terbatas di Kudus dan sekitarnya. Namun, dalam waktu singkat rokok kretek juga digemari di daerah-daerah lain. Sedikit demi sedikit jangkauan pasar rokok kretek meluas, menjangkau berbagai daerah di dalam dan luar pulau Jawa.

Nah, bagi para perokok, bagaimana pendapat anda?



Senin

Senyum Untuk Desa Ngloro Berhasil Digelar


Alhamdulillah, akhirnya program sosial Senyum Untuk Desa berakhir sudah. Banyak hal yang kami dapatkan selama menjalani program ini. Suka duka ketika menggarap  proyek sosial ini menjadi pengalaman berharga yang tak akan terlupakan selama hidup.
Senyum Untuk Desa adalah program Social Responsibility  yang diinisiatori oleh rekan-rekan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Program ini tercetus bertepatan dengan momentum libur puasa dan lebaran tahun 2012. Di awal-awal obrolan, kami berfikir untuk melakukan sesuatu hal yang bermanfaat untuk mengisi liburan panjang ini. Kegiatan tersebut juga tidak hanya memberikan manfaat untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain yang lebih banyak. Akhirnya setelah beberapa kali bertemu, tercetuslah program  ini. Berikut beberapa dokumentasi kegiatan yang berhasil kami selenggarakan.

Bantuan pengadaan air bersih untuk Masjid desa.

Mengajar di Sekolah Dasar (SD) Dusun Ngloro.

Silaturahim & buka puasa bersama takmir masjid untuk evaluasi program pengajaran TPA.

Belajar bersama tentang berbagai hal di Sekolah Dasar (SD) Dusun Ngloro,

Berfoto bersama anak-anak setelah mengajar di Sekolah Dasar (SD) Dusun Ngloro,

Pembinaan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di Dusun Ngloro.

Turut menyemarakkan Ramadhan & Idul Fitri 1433 H dengan pembuatan spanduk
"Marhaban ya Ramadhan & Idul Fitri".


Stand Bazar Ramadhan menyediakan sembako murah dan pakaian layak pakai.
Ibu-ibu bersabar mengantri untuk penukaran kupon Bazar Ramadhan.

Ibu-ibu dan remaja putri memilih pakaian layak pakai untuk dibawa pulang.

Penulis bersama Bapak Sugiyatno, kepala Dukuh Ngloro.



Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian dari rezekinya untuk mendukung program Senyum Untuk Desa ini. Semoga di lain kesempatan, kita dipertemukan kembali untuk berbagi kebahagiaan bagi sahabat-sahabat kita di desa.

Sabtu

Senyum Untuk Desa


Mengajar di Sekolah Dasar (SD) Dusun Ngloro

Belajar bersama tentang berbagai hal di Sekolah Dasar (SD) Dusun Ngloro

Berfoto bersama anak-anak setelah mengajar di Sekolah Dasar (SD) Dusun Ngloro

Pembinaan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di Dusun Ngloro

 Turut menyemarakkan Ramadhan & Idul Fitri 1433 H dengan pembuatan spanduk
"Marhaban ya Ramadhan & Idul Fitri"


Mengabdi & berbagi untuk saudara kita di desa

Hallo brother n sister, 
dalam rangka memperingati bulan suci Ramadhan, saya & teman2 UIN Sunan Kalijaga mengadakan kegiatan positif & proaktif untuk adik-adik & remaja di pedesaan Ngloro, Gunung Kidul, Jogja. 

Karena lokasi yg terpencil, mereka tidak bisa mengenyam pendidikan formal hingga maksimal. Setelah tamat SMP, sebagian besar langsung kawin ataupun bekerja, sebagai buruh kasar di Jogja. Pemahaman agama masyarakat masih terbatas. Terbukti, tiap sholat jum'at, hanya 1 shaff yang terisi oleh jama'ah. Kesadaran untuk berwirausaha secara mandiri juga masih kecil. Padahal banyak potensi ekonomi yang bisa di kembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Contohnya seperti singkong yang sangat melimpah di desa ini.

Kami mencoba berbuat sesuatu yang sederhana untuk memberi solusi masalah sosial ini. Yaitu dengan cara memberikan:
- Pelatihan dasar-dasar komputer untuk anak-anak dan remaja, 
- Pelatihan keterampilan membuat kreasi dari kain flanel, 
- Pelatihan teknik mengajar bagi guru-guru TPA
- Pelatihan pengembangan usaha produksi kripik bagi ibu-ibu PKK
- Pelatihan wirausaha bakso bagi remaja desa
- Pengadaan prasarana masjid & musholla

Agar kegiatan tersebut berjalan dengan maksimal, kami membutuhkan bantuan donatur untuk meringankan biaya operasional kegiatan. Bantuan dapat berupa uang tunai,  buku-buku penunjang, Al-Qur'an & Iqra', ataupun peralatan penunjang pengajaran (papan whiteboard, spidol, meja kecil dll)

Bagi yang ingin berbagi kebahagiaan kepada saudara-saudara kita di desa pelosok Gunung Kidul, dapat menghubungi saya di nomer 0857 4234 2030.
Juga dapat langsung mentransfer ke Rekening Bank BRI 0410-01-009319-50-4

Ayuk, kita beramal untuk sesama. Karena sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat untuk manusial lainnya :)

Terimakasih banyak ya.
Selamat beribadah puasa, mari banyak beramal.


Senin

Sak Wong Sak Wit Untuk Indonesia




Pembukaan rangkaian acara #JamborePenghijauan oleh (kiri ke kanan) Wakil Karang Taruna DIY Bapak H. Emir Nuswantoro, S.S., S.E., Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Bapak Andi Darmawan, Kaprodi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Bapak Bono Setyo, M.Si , dan Dosen Pembimbing Ibu Hilda Damayanti, M. Si

Serah terima pohon dari peserta, di wakili tim dari WALHI DIY, kepada Ketua Karang Taruna Nglanggeran (pertama dari kiri) dan Kepala Desa Nglanggeran (kedua dari kiri).






  





Suasana penandatanganan komitmen bersama peduli lingkungan
di puncak kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran

  







    



Colorfull Management Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, UIN Sunan Kalijaga 
Yogyakarta bekerja sama dengan Karang Taruna Bukit Putra Mandiri Nglanggeran mengadakan acara Jambore Penghijauan dengan tajuk Sak Wong Sak Wit, Save Earth with Heart. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghijauan. 

Acara yang diselenggarakan pada Minggu (01/07) di kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran ini diikuti oleh kurang lebih 250 peserta dari berbagai lapisan masyarakat. Menurut pemaparan Emir Nuswantoro, wakil ketua Karang Taruna Provinsi DIY dalam sambutannya, “Acara ini sangat menarik, mulai dari tema acara hingga pelaksanaannya. Sangat menggugah kesadaran akan pentingya gerakan peduli lingkungan”. Beliau sangat mengapresiasi semangat anak muda yang peduli lingkungan dengan melakukan penghijauan. Selain penghijauan, jambore ini juga diisi dengan tracking dan bersih gunung di kawasan Ekowisata Gunung Api Purba. 
Harapan lain dikemukakan oleh Ahmad Baihaqi selaku ketua panitia agar kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk selalu mencintai lingkungan dan diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan kembali.