Allahhu akbar....Allahhu akbar....
Walillahi alhamdu.
Wah, sampai juga ke malam penghujung tahun Ramadhan 1431 H ini, ada rasa senang, juga rasa sedih. Senang karena berhasil melewati bulan suci dengan sempurna. Sedih karena takut tahun depan nggak bisa ketemu lagi dengan bulan ini. Alhamdulillah, ramadhan tahun ini terasa beda 'n berkah di banding tahun sebelumnya. Dua tahun yang lalu, saya melewatkannya di kota Malang, pada waktu kuliah di Politeknik Negri. Keadaan lumayan susah waktu itu, karena saya nggak punya motor. Jadi kemana-mana mesti jalan kaki, dengan jarak kos-kampus kurang lebih 1.5 kilo. Waktu ramadhan itu, teman-teman juga sudah pada mudik ke rumah masing-masing, jadi ya sendirian deh.
Sahur harus bangun sendiri, buka puasa cari sendiri. syukur-syukur kadang dapet buka gratis d Fak. Kedokteran Brawijaya, jadi bisa hemat. Untung jarak kampus-brawijaya-malang town square(Matos) lumayan dekat. Segitiga emas yang menguntungkan, karena pada hari biasa sepulang dari kampus saya bisa langsung hotspotan di Matos, truz sholat wajib di masjid kampus Brawijaya. Begitu pula pas ramadhan, lagi nggak ada kerjaan, ya mampir ke Matos, truz buka puasa d Brawijaya, shalat terawih di masjid deket kos. Malemnya tidur pulas, karena kelelahan jalan.^_^
Puasa tahun lalu, saya melewatkannya di kota Jogja. Setelah frustasi dengan perkuliahan di Malang, saya memilih kabur ke Jogja. Dan akhirnya melanjutkan di UIN Sunan Kalijaga. Selama sebulan ramadhan, saya ngisi waktu dengan iseng-iseng berjualan makanan buka puasa bersama teman-teman. Kami berjualan di sepanjang jalan selokan mataram dekat UGM. Seru banget waktu itu, selain kami banyak juga teman-teman mahasiswa dari kampus lain yang ikut berjualan. Hasilnya lumayan lho, buat nambah-nambah uang saku. He...
Tapi, ada satu ganjalan di hati. Saya kesulitan menjalankan ibadah wajib dengan lengkap dan tepat waktu. Misalnya, pas datang waktu maghrib, tapi pelanggan yang datang masih banyak sehingga shalat maghrib jadi tertinggal. Truz shalat terawih juga nggak lengkap karena kadang klo udah pulang ke kos langsung tidur pulas, karena kecapean. Bener-bener bukan contoh yang baik.
Puasa tahun ini, saya juga melewatkannya di kota Jogja tercinta. Namun ada hal-hal yang bener-bener beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, puasa paling hemat. Bersama teman-teman tiap sore kami hunting berbuka yang gratisan, istilah bekennya PPT ato Para Pencari Takjil. Hampir semua masjid besar di Jogja menyediakan buka puasa dengan menu istimewa buat para mahasiswa, tak heran bila kami para semut tergiur mendatangi gula tersebut. He... Biar lebih mulia, niatnya di dahului dengan niat utama, yaitu ingin mendengarkan pengajian.:)
Kemudian, kebetulan masjid kampus UIN selesai dan diresmikan tahun ini. Jadi saya merasa beruntung bisa shalat terawih tiap malam disitu. Sungguh, rasanya adem banget tiap kali selesai ibadah. Nggak tau karena sugesti masjid baru ato apa, tapi kok ngerasa begitu dekat dengan sang pencipta (Jiah...^_^)
Yang terakhir, malam ini. Saya berdiri menyaksikan takbir keliling di kota. Hal yang saya sangat rindukan dari semenjak dua tahun sebelumnya, yaitu melewatkan Idul Fitri bersama Bapak, Ibu dan adik-adik tercinta di rumah. Syukur alhamdulillah...
Ramadhan tahun ini memang istimewa^_^
Kamis
Jumat
Senin
Sabtu
One Day with Samian & DJ Horg, Kanada
Ada pengalaman menyenangkan, hari kamis, 1April 2010 kemarin. Saya dan kawan-kawan dari Komunikasi UIN Sunan Kalijaga mengikuti acara dialog dengan Samian dan DJ Horg. Acara tersebut diselenggarakan oleh Canadian Corner UIN Suka.
Acara yang berlangsung di ruang Teatrikal Perpustakaan UIN tersebut berlangsung cukup meriah. Dialog terbuka terjalin antara kami, mahasiswa UIN dengan mereka berdua.
Kunjungan mereka ini merupakan satu paket tur, untuk konser di beberapa kota di Indonesia. Selain tur, mereka juga mengenalkan musik mereka. Suatu bentuk ekspresi diri yang sangat unik dan menarik.
Yang saya salut adalah, lagu-lagu rap yang mereka bawa bernuansa perdamaian dan kemanusiaan, membela orang-orang lemah dan seterusnya. Sangat berbeda dengan image rap di Amerika, yang selalu menampilkan kehidupan glamor, bling-bling dan di kelilingi wanita penghibur.
Yeah, rap ternyata bisa jadi positif, jika digunakan untuk membawa perubahan bagi orang-orang sekitar dan dunia...
Nice job guys!
Berikut biografi singkatnya:
Samian lahir tahun 1983 di tengah masyarakat Pikogan di Abiti-Temis caminque. Ia berdarah campuran dan memilih rap sebagai cara berekspresi. Dalam lirik-liriknya, Samian berbicara dengan jernih dan bersemangat tentang kehidupannya yang tidak selalu mudah. Lagu-lagunya menghubungkan sejarah pribadinya dengan nasib suku Algonquin dari Abitibi, serta mengajak warga Quebec berdialog dengan Premieres Nations.
Tahun 2006 video klipnya, "Courage" mendapat penghargaan sebagai video klip terbaik dalam Festival Internasional Masyarakat Pribumi Bersatu ke-1 yang diadakan di Pau, Prancis Selatan.
Sejak tahun 2008, Samian bekerjasama dengan grup Anacrouse dalam tur album pertamanya di Quebec. Sebagai pria berkeluarga yang sangat memikirkan masa depan generasi muda, ia banyak melibatkan diri dalam Dewan Penasehat bidang Pendidikan Premieres Nations di setiap turnya ke sekolah-sekolah menengah di daerah-daerah perkampungan. Selama perjalanan musikalnya, ia telah berkolaborasi dengan banyak seniman. Sekarang ia sedang mengerjakan album keduanya.
Kita tunggu saja..
Jumat
Stasiun Lempuyangan Kala Senja
Beberapa eksperimen fotografi di Stasiun Lempuyangan.
Pake kamera poket sih, tapi lumayan buat belajar.
Moga bisa segera punya kamera SLR..
Pake kamera poket sih, tapi lumayan buat belajar.
Moga bisa segera punya kamera SLR..
Minggu
Langganan:
Postingan (Atom)




